Menjaga Hati



Dan...

Saya memutuskan menghilangkan harga diri.
Merendahkan diriku, serendah-rendahnya.
Saya terima semua cerca yang menyerang kepala.

Jika saya berkata, toh yang utama adalah harga manusia Di Mata Tuhannya, itu terlalu klise. Terlampau menenang-menenangkan.
Karena, masih ada dua harga lainnya. Di mata sendiri, dan di mata sesama manusia.

Saya cuma bisa berharap dan berdoa, bahwa pilihan ini bukanlah kesalahan saya yg berikutnya.
Bahwa pilihan ini membawa suatu yg baik di masa datang.

Kebaikan untuk sebuah hati.
Hati emas yang tak boleh terluka.
Hati selembut bidadari.

Toh, hatiku sendiri tidak penting.
Toh, masa datangku sendiri sudah tertebak.
Tinggal nunggu waktu.
Gagal organ, mati.

Setidaknya, berpisah karena kematian, lebih bisa diterima.
Lebih tidak melukai.
Setidaknya, bukan sekarang, tapi nanti.

2018
August

Comments